Manfaat Imunisasi Pemberian Vaksin Hepatitis B pada Bayi

Manfaat Imunisasi Pemberian Vaksin Hepatitis B pada Bayi

  • June 23, 2021

Bayi yang baru saja lahir mendapatkan perlindungan terhadap penyakit lewat ASI. ASI mengandung antibodi, namun hanya bersifat sementara. Jika bayi sudah tidak minum ASI, maka memerlukan perlindungan baru, salah satunya dengan imunisasi. Imunisasi adalah suatu cara yang digunakan untuk menciptakan kekebalan atau perlindungan dari beberapa penyakit. Imunisasi bisa dilakukan dengan pemberian vaksin, yang bertugas untuk merangsang sistem kekebalan tubuh yang nantinya akan bereaksi seolah-olah ada infeksi secara nyata. Salah satu vaksin yang diberikan kepada bayi adalah vaksin hepatitis B atau HepB.

Imunisasi Vaksin Hepatitis B

Infeksi hepatitis B adalah kondisi yang berpotensi serius. Menurut kebijakan dari American Academy of Pediatrics (AAP) yang baru, bayi yang baru lahir kini harus imunisasi dengan diberikan vaksin hepatitis B pertama di hari pertama kehidupan mereka. AAP merekomendasikan bayi menerima dosis pertama vaksin hepatitis B dalam 24 jam pertama kehidupan mereka. Salah satu alasannya adalah karena ibu yang melahirkan dapat menularkan infeksi ke bayinya, yang dikenal sebagai infeksi perinatal.

Jika bayi baru lahir terkena hepatitis B, ada kemungkinan besar bahwa infeksi ini akan menjadi penyakit yang kronis, dan dapat bertahan untuk waktu yang lama. Jika tidak mendapatkan pengobatan, ada kemungkinan bayi akan meninggal akibat komplikasi infeksi.

Manfaat Vaksin Hepatitis B

Manfaat utama dari imunisasi pemberian vaksin adalah efektivitasnya. AAP mencatat bahwa jika dokter memberikan dosis pertama vaksin hepatitis B dalam waktu 24 jam setelah bayi lahir, maka efektivitasnya mencapai 75 hingga 95 persen dalam mencegah penularan infeksi hepatitis B dari ibu kandung ke bayi. Jika bayi baru lahir juga menerima obat hepatitis B immune globulin (HBIG) pada waktu yang tepat dan mendapatkan serangkaian vaksin lanjutan, AAP memperkirakan bahwa tingkat infeksi bisa turun menjadi antara 0,7 dan 1,1 persen. Untuk perlindungan terbaik, bayi juga perlu melengkapi rangkaian lengkap vaksin yang diperlukan.

Keamanan Vaksin Hepatitis B

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyatakan bahwa vaksin hepatitis B atau HepB sangat aman. Rangkaian lengkap vaksin juga dapat memberikan tingkat perlindungan tertinggi dari infeksi.

Kemungkinan Efek Samping Vaksin Hepatitis B

Seperti halnya obat apa pun, vaksin hepatitis B membawa risiko efek samping. Efek samping ini biasanya sangat ringan, seperti sedikit demam atau mengalami nyeri di area suntikan selama beberapa hari.

Menurut CDC, vaksin hepatitis B tidak dapat menyebabkan hepatitis B. Meskipun produsen menggunakan bagian dari virus hepatitis B untuk membuat vaksin, tetapi virus ini tidak aktif. Vaksin tersebut hanya berfungsi untuk melatih tubuh melawan sel-sel spesifik virus.

Risiko Bayi yang Tidak Mendapatkan Vaksin

Risiko utama bayi tidak ikut imunisasi mendapatkan vaksin adalah bahwa bayi-bayi tersebut dapat tertular virus hepatitis B. Hepatitis B dapat menyerang hati, dan menyebabkan peradangan yang dapat merusak organ hati dari waktu ke waktu. Infeksi akut berlangsung kurang dari 6 bulan, dan mungkin tidak menimbulkan gejala pada beberapa orang.

Gejala yang lain termasuk:

  • kehilangan selera makan
  • nyeri pada otot
  • nyeri pada persendian
  • kelelahan 

Banyak infeksi akut yang dapat sembuh meski tanpa pengobatan. Jika infeksi berlanjut selama 6 bulan atau lebih, dokter akan menyebutnya sebagai kronis. Infeksi kronis meningkatkan risiko kerusakan hati seseorang dari waktu ke waktu.

Jika terjadi gangguan hati, maka dapat menyebabkan luka yang sering disebut sebagai sirosis. Kerusakan jangka panjang sirosis hati dapat mengakibatkan komplikasi lain, termasuk kanker hati .

Para ahli menganggap vaksin hepatitis B aman dan efektif. Imunisasi dengan memberikan vaksin hepatitis B merupakan hal yang aman dan efektif untuk mencegah infeksi. Idealnya, orang harus mendapatkan vaksin semuda mungkin agar terhindar dari infeksi seperti hepatitis B. Tidak ada obat untuk mengatasi hepatitis B. Bahkan orang yang sembuh dari hepatitis B kemungkinan masih memiliki risiko komplikasi kesehatan yang lebih tinggi di kemudian hari. Oleh karena itu, vaksinasi adalah cara terbaik untuk mencegah hepatitis B.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*