inbion obat anemia

Atasi Anemia Dengan Inbion

  • August 13, 2021

Anemia terjadi ketika Anda memiliki penurunan level hemoglobin di sel darah merah (RBC). Hemoglobin adalah protein di sel darah merah yang bertanggungjawab untuk membawa oksigen ke seluruh jaringan. Anemia defisiensi zat besi merupakan jenis anemia yang paling sering dijumpai, dan kondisi ini terjadi ketika tubuh Anda tidak mendapatkan cukup mineral zat besi. Tubuh membutuhkan zat besi untuk membuat hemoglobin. Ketika tidak cukup zat besi di dalam aliran darah, tubuh tidak mendapatkan jumlah oksigen yang dibutuhkannya. Anemia dapat diatasi dengan menggunakan Inbion

Anemia merupakan sebuah kondisi yang cukup lazim dijumpai, dan orang-orang sering menggunakan suplemen seperti Inbion untuk mengatasi anemia akibat defisiensi zat besi. Namun, banyak pula dari mereka yang tidak mengetahui bahwa mereka menderita anemia defisiensi zat besi. Sangat mungkin untuk mengalami gejala anemia selama bertahun-tahun tanpa tahu penyebabnya. Pada wanita usia siap memiliki anak, penyebab utama anemia defisiensi zat besi adalah hilangnya zat besi dalam darah akibat menstruasi berat dan kehamilan. Diet yang buruk atau penyakit usus tertentu yang dapat memengaruhi bagaimana tubuh menyerap zat besi juga dapat menyebabkan anemia defisiensi zat besi. Dokter biasanya akan merawat kondisi ini menggunakan suplemen zat besi seperti Inbion atau mengubah diet yang dijalani pasien. 

Gejala anemia defisiensi zat besi awalnya dapat bersifat ringan, dan bahkan mungkin Anda tidak akan menyadari menderita kondisi ini. Menurut Perhimpunan Hematologi Amerika (ASH), kebanyakan orang tidak menyadari bahwa diri mereka memiliki anemia ringan sebelum tes darah rutin dilakukan. Gejala anemia defisiensi zat besi sedang hingga parah di antaranya adalah kelelahan umum, tubuh terasa lemas, kulit yang pucat, sesak napas, pusing, ingin makan suatu benda yang aneh sepertu tanah dan lempung, lidah yang bengkak atau terasa nyeri, tangan dan kaki yang dingin, detak jantung yang cepat dan tidak teratur, kuku yang rapuh, dan sakit kepala. 

Menurut ASH, defisiensi zat besi merupakan penyebab utama anemia. Ada banyak alasan mengapa seseoang bisa menderita defisiensi. Di antaranya adalah:

  • Asupan zat besi yang kurang. Memiliki asupan zat besi yang kurang dalam waktu yang lama dapat menyebabkan defisiensi zat besi. Makanan seperti daging, telur, dan beberapa sayuran daun hijau tinggi kandungan zat besi. Karena zat besi sangat penting dalam waktu pertumbuhan dan perkembangan yang cepat, ibu hamil dan anak-anak membutuhkan makanan tinggi kandungan zat besi dalam diet mereka. 
  • Kehamilan dan kehilangan darah akibat menstruasi. Pendarahan menstruasi yang berat dan kehilangan darah akibat persalinan merupakan penyebab utama anemia defisiensi zat besi pada wanita. 
  • Pendarahan internal. Beberapa kondisi medis tertentu dapat menyebabkan pendarahan internal, yang mana dapat mengakibatkan anemia defisiensi zat besi. Beberapa contoh penyebabnya adalah polip di usus dan kanker usus. Penggunaan pereda rasa nyeri seperti secara rutin juga dapat menyebabkan pendarahan pada lambung. 
  • Ketidakmampuan menyerap zat besi. Beberapa kondisi medis tertentu atau operasi yang dapat memengaruhi usus juga dapat mengganggu bagaimana tubuh Anda menyerap zat besi. Bahkan apabila Anda mendapatkan zat besi yang cukup dari diet, penyakit celiac atau operasi usus seperti gastric bypass juga dapat membatasi jumlah zat besi yang diserap oleh tubuh. 

Anemia merupakan sebuah kondisi yang lazim terjadi pada pria dan wanita. Beberapa orang memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita kondisi ini, seperti wanita usia memiliki anak, ibu hamil, orang-orang dengan diet yang buruk, orang-orang yang mendonorkan darahnya dengan rutin, dan vegetarian atau vegan. Jika Anda masuk ke dalam kelompok faktor risiko tinggi, tambahkan asupan zat besi menggunakan Inbion.