Pasta Gigi untuk Gigi Sensitif dan Cari Tahu Penyebabnya

  • August 20, 2021

Pasta gigi untuk gigi sensitif merupakan salah satu penolong untuk Anda yang memiliki masalah pada mulut. Namun, sebelum berbicara pengobatan, ada baiknya mencari tahu penyebabnya terlebih dahulu. Gigi sensitif bisa disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari sensitivitas gigi atau salah satu gigi Anda retak atau terinfeksi. Selain itu, berikut ini terdapat beberapa kemungkinan lain mengapa gigi terasa sakit dan sensitif.

1. Paparan panas atau dingin yang ekstrem

Sensitivitas gigi disebabkan oleh enamel gigi yang aus atau saraf yang terbuka di gigi Anda. Saat Anda makan atau minum sesuatu dengan suhu yang sangat rendah atau tinggi, Anda mungkin merasakan rasa sakit yang tiba-tiba dan tajam.

2. Resesi gusi

Gusi adalah lapisan jaringan merah muda yang menutupi tulang dan mengelilingi akar gigi untuk membantu melindungi ujung saraf gigi Anda. Seiring bertambahnya usia, jaringan gusi sering mulai aus, menyebabkan resesi gusi.

Resesi ini membuat akar gigi terbuka, serta membuat Anda lebih rentan terhadap penyakit gusi dan infeksi gigi. Jika gigi Anda tiba-tiba menjadi lebih sensitif dari sebelumnya, resesi gusi bisa menjadi penyebabnya.

3. Erosi email (dentin)

Diperkirakan setidaknya 12 persen orang memiliki beberapa bentuk “hipersensitivitas dentin” yang menyebabkan mereka tidak nyaman saat makan. Sensitivitas semacam ini dapat disebabkan oleh makan makanan yang sangat asam, menyikat gigi terlalu keras, dan faktor lainnya.

Akibatnya, email yang melapisi dan melindungi gigi mulai terkikis dan tidak tergantikan. Hal ini dapat menyebabkan rasa sakit yang tajam dan menusuk yang membuat tulang belakang Anda sensitif saat menggigit makanan tertentu.

4. Kerusakan gigi (gigi berlubang)

Kerusakan gigi, juga disebut sebagai rongga, mungkin menjadi alasan mengapa gigi Anda tiba-tiba mulai mengganggu kenyamanan. Kerusakan gigi dapat bertahan lama di bagian samping atau atas email gigi Anda tanpa disadari selama beberapa waktu. Setelah pembusukan mulai berkembang menjadi infeksi, Anda mungkin mulai mengalami rasa sakit pada gigi.

5. Infeksi gusi

Penyakit gusi, juga disebut penyakit periodontal, mempengaruhi lebih dari 47 persen orang dewasa di atas usia 30 tahun. Penyakit gusi disebut gingivitis pada tahap awal, dan beberapa orang bahkan tidak tahu bahwa mereka memilikinya. Gigi dan gusi sensitif bisa menjadi tanda penyakit gusi yang semakin parah.

6. Gigi atau mahkota retak

Anda mungkin tidak terkejut mengetahui bahwa gigi atau mahkota yang retak dapat menyebabkan sakit gigi dan sensitivitas. Tetapi ada beberapa kasus ketika gigi retak sedikit, sehingga menyebabkan rasa sakit tetapi hampir tidak mungkin untuk dilihat.

7. Infeksi sinus

Salah satu gejala infeksi sinus adalah nyeri pada gigi dan rahang. Saat sinus mulai meradang dan dipenuhi dengan tekanan dari infeksi, mereka dapat menekan ujung saraf gigi Anda.

8. Menggerinda atau mengepalkan rahang

Menggertakkan gigi dan mengatupkan rahang dapat menyebabkan sensitivitas gigi kronis, karena enamel pada gigi terkikis. Sementara banyak orang mengatupkan atau menggertakkan gigi mereka dari waktu ke waktu, keadaan stres tinggi atau kurang tidur. Kebiasaan ini dapat mengakibatkan sakit gigi yang cukup serius.

9. Prosedur gigi

Tambalan atau perawatan gigi baru-baru ini yang melibatkan pengeboran dapat membuat ujung saraf gigi Anda menjadi lebih sensitif untuk sementara. Sensitivitas dari prosedur penambalan gigi dapat bertahan hingga dua minggu.

10. Produk pemutihan gigi

Menggunakan strip pemutih, gel pemutih, atau menjalani prosedur pemutihan gigi di kantor dapat menempatkan Anda pada risiko yang lebih tinggi dari sensitivitas gigi. Rasa sakit pada gigi yang disebabkan oleh pemutihan gigi seringkali bersifat sementara dan biasanya akan mereda jika Anda berhenti menggunakan produk pemutih.

Salah satu solusi mengatasinya adalah menggunakan Pasta gigi untuk gigi sensitif Sensodyne Multi Action. Produk ini mampu memberikan perlindungan dan perawatan menyeluruh untuk gigi sensitif, membersihkan plak pada gigi, sekaligus memberikan perlindungan dari gigi berlubang.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*