7 Tes Pemeriksaan Pra-Nikah dan Mengapa Harus Anda Lakukan

  • August 9, 2021

Mengapa pemeriksaan pra nikah penting? Pertanyaan ini mungkin menggelitik Anda, khususnya jika Anda merasa bugar dan sehat.

Sesuai namanya, pemeriksaan atau tes kesehatan pranikah dilakukan sebelum Anda menempuh ritual pernikahan. Bahkan di beberapa daerah, Anda harus mendapatkan sertifikat kesehatan sebelum melanjutkan prosedur pernikahan berikutnya.

Singkatnya, Anda dan pasangan harus menjalani sejumlah tes medis untuk menentukan kondisi kebugaran Anda. Tes-tes ini tidak sama dengan tes kesehatan biasa, mengapa begitu?

Memang ada beberapa tes kesehatan umum yang Anda lalui, tapi ada beberapa tes khusus terkait hubungan suami-istri dan potensi penurunan penyakit genetik.

Setidaknya ada 7 jenis pemeriksaan pra nikah yang perlu Anda lalui. Mengapa begitu?

Mengapa penting?

Tes pranikah seringkali diabaikan, padahal sangat penting untuk mencegah kemungkinan masalah di kemudian hari. Setidaknya ada beberapa alasan mengapa Anda perlu melakukan tes pranikah, di antaranya:

  • Mengukur tingkat kesehatan calon pengantin
  • Mendeteksi penyakit menular seperti infeksi Hepatitis B, HIV, HCV, dan penyakit menular seksual lainnya
  • Identifikasi pembawa kelainan genetik untuk mengurangi risiko memiliki anak dengan penyakit yang parah. Dengan demikian, pasangan bisa memilih apakah akan memiliki anak atau tidak

Nah jika Anda berminat melakukan pemeriksaan pra nikah atau premarital check-up, setidaknya ada 7 tes yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia.

Apa saja? Yuk simak penjelasan selengkapnya di bawah ini!

1. Pemeriksaan darah

Tes standar pertama yang perlu dilakukan adalah pemeriksaan darah. Anda perlu menjalani pemeriksaan darah lengkap atau hematologi lengkap (complete blood count). Tes ini dapat mengetahui kesehatan individu secara umum.

Serangkaian tes ini mencakup tes leukosit, hematokrit, trombosit, HB, eritrosit, hingga laju endap darah.

Tes hematologi lengkap penting untuk mendeteksi tanda-tanda infeksi dan membantu dokter mendiagnosis berbagai penyakit.

2. Tes golongan darah dan rhesus

Tes golongan darah penting untuk mengetahui kecocokan rhesus antara ibu dengan sang anak nanti, juga mendeteksi efek yang mungkin terjadi. Sebaiknya pasangan memiliki rhesus yang sama.

Jika Rh-negatif perempuan berhubungan dengan Rh-positif pria, ada risiko ketidaksesuaian yang berakibat negatif pada anak nanti.

3. Deteksi Hepatitis B

Anda juga perlu menjalani tes lengkap untuk mencari penanda awal infeksi Hepatitis B. Tes ini sangat penting untuk menjaga agar pasangan terhindar dari kemungkinan transmisi penyakit Hepatitis B melalui hubungan seksual.

Jika HBsAg menetap dalam darah selama lebih dari 6 bulan, berarti telah terjadi infeksi kronis. Transmisi Hepatitis B dapat berdampak buruk pada anak, mulai menyebabkan cacat fisik hingga kematian pada bayi.

4. Pemeriksaan HIV/AIDS

Tes lain yang sangat penting adalah memeriksa adanya penyakit bibit HIV/AIDS. Tes ini wajib dilakukan karena tercantum dalam Surat Edaran Menteri Kesehatan.

Pada umumnya, tes HIV/AIDS dilakukan pada perempuan hamil. HIV sangat mudah ditularkan pada pasangan suami-istri, karena itu bisa berdampak buruk pada kehamilan dan kelahiran anak nanti.

5. Tes Urine

Selain tes darah lengkap, Anda juga harus menjalani tes urine lengkap atau yang biasa disebut urinalisa.

Tes ini penting untuk mendeteksi penyakit metabolik dan mendeteksi kemungkinan gangguan ginjal. Urine dinilai berdasarkan warna, bau, hingga volume yang dikeluarkan.

6. Tes gula darah

Mengetahui kadar gula darah sangat penting bagi setiap orang, apalagi untuk pasangan yang akan menikah. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan dua kali, yakni gula darah puasa dan gula darah setelah makan.

Tes ini penting untuk mendeteksi kondisi hiperglikemia seseorang. Mengetahui gula darah sangat penting khususnya bagi perempuan yang merencanakan kehamilan.

7. Tes TORCH

Ada kemungkinan penyakit penyebab kelainan selama kehamilan, salah satunya disebabkan oleh kuman Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes Simplex (TORCH).

Penularan penyakit ini bisa terjadi dari konsumsi makanan mentah atau kontak fisik dengan kotoran hewan. Sebaiknya pasangan menjalani tes ini untuk menghindari keguguran dan kelahiran prematur.

Demikian 7 jenis pemeriksaan pra nikah yang sebaiknya Anda tempuh sebelum menjalani perjanjian nikah. Lebih baik waspada sejak awal daripada menjadi masalah di kemudian hari. 

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*